Pengikut

Selasa, 26 Juni 2012

SEJARAH SOSIAL POLITIK INDONESIA TAHUN 1999─SEKARANG



PAPER SEJARAH SOSPOL INDONESIA
SEJARAH SOSIAL POLITIK INDONESIA
TAHUN 1999─SEKARANG
                                                                  
DISUSUN OLEH :
DYAH RETNOWATI  11417141035


ILMU ADMINISTRASI NEGARA REGULER
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012


BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Indonesia selama masa pemerintahan Soeharto yang otoriter mengalami keadaan buruk hingga pada akhirnya Soeharto lengser dan digantikan oleh BJ Habibie pada tahun 1998-1999. Masa kepresidenan Habibie hanya berlangsung selama 1 tahun saja karena banyaknya konflik-konflik yang melada Indonesia saat itu. Kekacauan karena adanya konflik-konflik antar etnis maupun agama terjadi di banyak tempat di Indonesia yang mengakibatkan para korban mengungsi di negari sendiri. Adanya kasus pemisahan wilayah Timor Timur pada saat itu semakin membuat posisinya di kursi kepresidenan melemah. Disaat Negara begitu kacau, rakyat bersiap-siap menyelenggarakan pemilihan umum untuk yang pertama kalinya.
Pemilhan umum yang diselenggarakan untuk pertama kalinya tersebut dimenangkan oleh Megawati Sukarnoputri akan tetapi karena saat itu Presiden masih dipilih oleh MPR, dan MPR memilih Abdurrhman Wahid sebagai Presiden maka Abdurrahman Wahidlah yang menjadi Presiden menggantikan Habibie dan memilih Megawati Sukarnoputri sebagai Wakil Presidennya. Abdurrahman Wahid mendorong pluralisme dan keterbukaan di Indonesia. Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.
Setelah Abdurrhman Wahid lengser, Presiden digantikan oleh Megawati Sukarnoputri. Selama masa pemerintahan Megawati Sukarnoputri banyak aksi-aksi terorisme yang memakan banyak korban jiwa. Tahun 2004 diselenggarakan pemilihan umum Presiden langsung untuk yang pertama kalinya oleh seluruh rakyat Indonesia. Tokoh baru bernama Susili Bambang Yudhoyono dari partai baru bernama Demokrat muncul sebagai pemenang pemilu saat itu sebagai saingan berat Megawati Sukarnoputri. Selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono banyak terjadi bencana alam yang bertubi-tubi dan kasus-kasus korupsi di berbagai elemen pemerintahan. Kondisi Indonesia pada masa kepemimpinan keempat tokoh Presiden tersebut serta peristiwa dan kasus yang melanda mereke akan dibahas di dalam paper ini.

B.   RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana kepemimpinan Presiden tahun 1999-sekarang?
2.      Bagaimana keadaan social politik Indonesia tahun 1999-sekarang?





BAB II
PEMBAHASAN

INDONESIA TAHUN 1999─SEKARANG

Selama 17 bulan menjabat sebagai Presiden ketiga Indoinesia (1998-1999), Habibie memperkenalkan reformasi yang menjanjikan suatu masyarakat yang lebih demokratis, adil, dan terbuka. Tetapi, kebobrokan ekonomi yang terus mendera, kekerasan social, krisis politik yang tiada henti, serta keraguan yang meluas menyangkut kejujuran dan legitimasi pemerintah merongrong harapan reformasi tersebut. Peristiwa yang terjadi pada saat itu seperti :
  • Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku
  • Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yang disponsori oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesia menimbulkan banyak korban jiwa.
Pada bulan Januari 1999, Ali Alatas mengumumkan bahwa, jika usulan otonomi Timor Timur ternyata ditolak, wilayah tersebut akan diberi kemerdekaan. Habibie sendiri mengatakan bahwa paling lambat sebelum 1 Januari 2000 dia ingin isu Timor Timur ini tidak lagi menganggu Indonesia. Menurut pendapatnya, kalau orang Timor Timur tidak mau tetap bergabung dengan Indonesia, lebih baik mereka merdeka saja. Habibie tidak mendapat banyak dukungan dari kekuatan-kekuatan politik tingkat nasional untuk kebijakannya mengenai Timor Timur. Pada bulan Februari 1999, Megawati Sukarnoputri—yang muncul sebagai salah satu calon kuat pemenang pemilihan umum yang akan diadakan tahun itu—mengatakan didepan 150.000 para pendukungnya bahwa Timor Timur adalah bagian dari Indonesia dan bahkan ia tidak akan menerima pemisahan diri wilayah tersebut dari RI. Pandangan yang sama dikemukakan Abdurrahman Wahid.
Namun demikian, ABRI tampaknya memiliki pemikiran yang berbeda. Meskipun bukti-bukti yang ada masih belum padu, dapat ditarik kesimpulan bahwa para petinggi ABRI telah memutuskan bahwa, jika suatu referendum menghasilkan suara untuk memisahkan diri, mereka akan menggerakkan sebuah aksi bumi hangus di Timor Timur. Hal ini kiranya dimaksudkan sebagai peringatan kepada wilayah-wilayah lain di Indonesia yang menginginkan otonomi yang lebih besar.
Referendum Timor Timur diadakan pada tanggal 30 Agustus 1999 dalam suasana damai dan tenang. Sebanyak 446.953 suara masuk, merepresentasikan 98,6 persen dari seluruh pemilih. Dari 438.968 suara yang sah, 78,5 persen menginginkan kemerdekaan, dan 21,5 persen sisanya menghendaki otonomi dalam lingkup negara Republik Indonesia. Begitu hasil referendum di umumkan, terror dan kekacauan dilancarkan oleh kaum milisi pro-Indonesia dengan, menurut beberapa laporan, bantuan tentara ABRI yang tidak berseragam.
Pada tanggal 12 September 1999, Habibie menyerah pada tekanan internasional dan setuju untuk membuka pintu masuk bagi pasukan perdamaian PBB ke Timor Timur. Tahap pertama ditandai dengan masuknya 2.500 pasukan asal Australia, Selandia Baru, Inggris Raya, Thailand, Singapura, dan Filipina, dibawah komando Australia. Pasukan dari negara lain datang kemudian. Tidak ada perlawanan. ABRI dan kaum milisi sekutunya menarik diri. Maka dimulailah suatu periode transisi menuju kemerdekaan bagi Timor Timur dibawah pengawasan PBB.
Sebelumnya, pada bulan Maret terdapat demonstrasi besar-besaran di Jakarta yang menyerukan dilancarkannya jihad (perang suci) untuk mempertahankan kaum Muslim Ambon dari serangan orang Kristen. Di bulan April, sebuah bom meledak di masjid Istiqlal di Jakarta pada jam salat. Pada bulan Agustus 1999, menetapkan bahwa konflik di Ambon merupakan sebuah perang suci bagi kaum Muslim, tetapi mereka mengeluarkan pernyataan ini tanpa dukungan pendapat legal yang otoritatif. Kekerasan antar umat ini berlanjut hingga tahun 2001.
Dalam kondisi semacam itu, rakyat Indonesia bersiap-siap untuk pemilihan umum bebas pertama mereka dalam 44 tahun. Sampai bulan April 1999, total 48 partai politik telah terdaftar. Sekitar 20 di antaranya secara popular diyakini sebagai partai bentukan keluarga dan kroni-kroni Suharto, dimaksudkan untuk merusak hasil pemilihan. Secara resmi, masa kampanye dimulai pada tanggal 19 Mei 1999. Pemilihan umum berhasil diselenggarakan dengan sedikit sekali gesekan pada tanggal 7 Juni 1999. Yang diperebutkan adalah 462 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kedalam jumlah ini, akan ditambahkan 38 kursi yang disisihkan untuk militer sehingga menghasilkan jumlah keseluruhan 500 anggota. Kelima ratus kursi DPR nasional ini akan digabungkan dengan 65 perwakilan kelompok fungsional (dipilih oleh KPU) dan 135 perwakilan daerah sehingga menghasilkan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan 700 anggota. MPR inilah yang nantinya memilih Presiden.
Sejak Oktober 1999, Habibie digantikan oleh Abdurrahman Wahid sebagai Presiden keempat Indonesia, dia menduduki kursi kepresidenan hanya sselama 21 bulan. Sebagai pemimpin, dia menunjukkan kecerdasan yang memukau, kehangatan, keterbukaan, komitmeen pada pluralisme, dan penentangan terhadap dogmatisme. Proses pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden melalui pemilu yang diselenggarakan pada 1999, partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.
Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR. Berikut kasus-kasus dan peristiwa-peristiwa selama pemerintahan Abdurrahman Wahid :
Tahun 2000 :
  • Skandal Buloggate dan Bruneigate menerpa pemerintahan Gus Dur
  • Kasus pemeriksaan dugaan korupsi mantan presiden Soeharto kandas
  • Papua Barat (yang dulu disebut dengan Irian Jaya) menuntut referendum seperti Timor Timur.
  • 19-23 Juli - Indonesia Terbuka 2000 diselenggarakan di Gelora Senayan, Jakarta. Indonesia memperoleh medali emas di tunggal dan ganda putra.
  • 1 Agustus - sebuah bom meledak di Kedubes Filipina di Jakarta. Bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. 2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday.
  • 27 Agustus - sebuah bom lainnya meledak di Kedubes Malaysia di Jakarta. Granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
  • 13 September - bom kembali mengguncang Jakarta. Kali ini lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta diledakkan oleh sebuah bom mobil yang mengakibatkan 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan. (Lihat pula: Bom Bursa Efek Jakarta)
  • 24 Desember - serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di Indonesia merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak. (Lihat pula Bom malam Natal 2000)
Tahun 2001 :
  • Kekerasan antar etnis Dayak dan Madura terjadi di Kalimantan
  • IMF menghentikan bantuan moneternya
  • Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi dan ketidak kompetenan. Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Sekitar pukul 20.48, Gus Dur keluar dari Istana Merdeka. Saat berdiri di ujung teras, Gus Dur malah sempat melambaikan tangan kepada massa pendukungnya yang berunjuk rasa. Hanya pohon yang ditebang kelompok pendukung Gus Dur sebagai pelampiasan emosi.
Abdurrahman Wahid mendorong pluralisme dan keterbukaan. Dia mengizinkan masyarakat keturuna Cina menganut Konfusianisme untuk kembali menjalankan upacara dan ibadah mereka secara terbuka. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid yang penuh kekacauan itu pun berakhir pada pertengahan 2001. Di DPR, sebuah koalisi terbangun untuk melengserkannya dari kursi jabatan dengan cara menyelenggarkan siding istimewa MPR. Abdurrahman Wahid berusaha menghadang langkah ini dengan cara memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menyatakan negara dalam keadaan darurat, sehingga proses di gedung parlemen tersebut akan terhenti, tetapi yang disebut belakangan ini menolak melakukannya dan akhirnya dipecat. Tetapi terlambat sudah bagi Abdurrahman Wahid untuk menyelamatkan kursi kepresidenannya. Pada bulan Juli, MPR bersidang dan memberhentikan dia, dan mengankat Megawati Sukarnoputri menjadi Presiden sebagai Presiden RI yang kelima, lagi-lagi sebagai seorang pemimpin interim. Tetapi, dalam kaitannya dengan kepemimpinan, Presiden baru ini tidak mampu berbuat banyak. Berbagai persoalan besar bangsa tetap tak terpecahkan.
Masa kepresidenan Megawati Sukarnoputri dari tahun 2001 sampai pemilu 2004 ditandai dengan sedikit saja pencapaian, tetapi setelah kaos selama periode kepemimpinan Abdurrahman dia paling tidak mampu menyematkan martabat lembaga kepresidenan. Dia dianggap memiliki sikap yang terlampau dingin dan pasif. Megawati tidak mewarisi karisma dari ayahnya Sukarno, tidak terlalu kompeten daam urusan administrasi dan kepemimpinan serta, dalam sikapnya yang pasif dan tertutup, tidak jauh berbeda dengan gaya Suharto. Suaminya, Taufik Kiemas, dipandang sebagai dalang dibalik panggung kekuatanya, seorang praktisi politisi dan fasilitator keuangan yang andal. Megawati menghadapi permasalahan besar yang merupakan warisan pemerintahan Suharto, krisis ekonomi dan social yang menyertai lengsernya dia dari kursi kepresidenan, dan kegagalan Habibie serta Abdurrahman untuk mengatasi hal ini. Korupsi merajalela dan bahkan lebih buruk daripada di masa pemerintahan Suharto. Permasalahan-permasalahan social semakin diperparah oleh pertumbuhan penduduk yang terus terjadi. Dari hasil sensus tahun 2000 melaporkan jumlah penduduk total Indonesia adalah 203,5 juta jiwa. Posisi ekonomi  masyarakat menengah perkotaan membaik, tetapi bagi banyak rakyat Indonesia tidak tersedia pekerjaan yang memadai dan kemiskinan pun meluas.
Dalam sejarah pemerintahan Megawati, lembaga kepresidenan Indonesia pada masa desentralisasi sangat berbeda dari lembaga yang sangat berkuasa dibawah Suharto. Desentralisasi Indonesia, sebagaimana diatur dalam sebuah undang-undang berangka tahun 1999 dan mulai berlaku sejak Januari 2001, dengan cepat mengubah negara Indonesia dari sebuah negara yang paling sentralistik di dunia menjadi salah satu negara paling desentralistik. Kecuali untuk pertahanan, urusan luar negeri, peradilan, masalah-masalah keuangan, dan keagamaan, semua fungsi pemerintahan dan anggaran yang menyertainya didesentralisasi ke pemerintah daerah.
Tantangan selanjutnya yang dihadi Megawati bertambah besar ketika terorisme menjadi sebuah isu dunia besar. Berikut beberapa kasus terorisme selama pemerintahan Megawati :
23 September  2001– 12 hari setelah 9/11, sebuah bom meledak di kawasan Plaza Atrium, Senen, Jakarta.
12 Oktober 2001 – sebuah ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sebuah restoran cepat saji KFC di Makassar pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom lainnya yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.
6 November  2001– sebuah bom rakitan meledak di halaman Australian International School (AIS), Pejaten, Jakarta.
12 Oktober 2002 – Sebuah klub malam di daerah Pantai Kuta dibom, 202 orang yang mayoritas turis meninggal, 300 lebih luka-luka. Sebuah bom lainnya meledak di dekat konsul AS di Pantai Sanur yang tidak menimbulkan korban. Pada saat yang bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
Sesaat setelah pengeboman Abu Bakar Baasyir ditangkap. Ia dituduh berniat untuk menggulingkan pemerintahan Indonesia dengan posisinya sebagai pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah (JI), kelompok yang disangka berada di balik pengeboman Bali.
5 Desember 2002 – bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald’s cepat saji di Makassar, setahun setelah pengeboman KFC di kota yang sama. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.

3 Februari 2003 – sebuah bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
5 Agustus 2003 – Sebuah bom mobil meledak di depan Mariott Hotel di Jakarta.
Saat pemerintahan Megawati bulan Desember 2002, Pemerintah Indonesia dan GAM menandatangani kesepakatan damai di Jenewa, Swiss, dengan tujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata selama lebih dari 26 tahun. Kesepakatan itu menyetujui otonomi Aceh dan pemilihan umum yang bebas di provinsi yang hampir semuanya beragama Islam tersebut; sebagai balasannya GAM harus menyerahkan seluruh senjatanya. Akan tetapi pada tanggal 19 Mei 2003– Pembicaraan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM gagal sebagian karena militer Indonesia melakukan serangan ofensif ke kubu gerilyawan GAM. Darurat militer diberlakukan di provinsi Aceh.
Memasuki pada tahun 2004 tanggal Pada tanggal 5 april diselenggarakan pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2004. Pemilu parlementer dan daerah suara terbanyak diperoleh Golkar dan disusul oleh PDI-P. Pada bulan tanggal 5 Juli tahun 2004 diselenggarakan pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2008. Pada pemilu 2004, Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan pada 2004 maju ke pemilu 2004 dengan harapan untuk terpilih kembali sebagai presiden. Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono muncul sebagai saingan Megawati. Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia. Pemilihan putaran pertama menyisihkan kandidat lainnya sehingga yang tersisa tinggal Megawati dan SBY. Mantan jenderal SBY memenangi pemilihan presiden putaran kedua, sebagian disebabkan karena ketidakpercayaan pemilih terhadap Megawati.
Sembilan bulan pertama tahun 2004 ditandai dengan berbagai aktivitas politik menyambut pemilihan umum untuk menentukan anggota dewan dan presiden. Pemilihan umum untuk memilih  DPR yang berjumlah 550 kursi (kini semuanya dipilih oleh rakyat), DPRD provinsi, kabupaten, dan kotamadya, dan anggota sebuah lembaga nasional yang baru, DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang beranggotakan 128 orang, digelar pada bulan April. DPD dipandang sebagai sejenis senat, walaupun pada waktu selanjutnya ia masih harus berjuang untuk menentukan perannya yang jelas dalam kehidupan perpolitikan Indonesia. MPR—yang digunakan Soeharto untuk melegitimasi kepresidenan dan berbagai kebijakannya—kini terdiri dari DPR dan DPD yang duduk bersama dan, karenanya, merupakan sebuah lembaga yang sepenuhnya dipilih sepenuhnya oleh rakyat. MPR tidak akan lagi berhak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, yang akan dipilih secara langsung oleh rakyat.
Pemilihan umum April ini membutuhkan dukungan logistik yang luar biasa besar. Jumlah pemilih keseluruhan 147 juta, terdapat hamper 450.000 kandidat yang bersaing dan sekitar 585.000 tempat pemungutan suara, serta lebih dari 600 juta kertas suara harus dicetak. Komisi pemilihan umum sebagian besar diawaki oleh kalangan aktivis masyrakat sipil, yang dipandang akan mampu menggawangi pemilihan umum yang jujur dan adil. Terlepas dari munculnya beberapa persoalan, pemulihan umum berlangsung bebas, adil, dan damai. Meskipun demikian, prosesnya tidak sepenuhnya terbebas dari korupsi, yang akhirnya mengakibatkan beberapa anggota komisi pemilihan umum terseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman.
Hasil pemilihan umum parlemen pada bulan April 2004 di tingkat nasional adalah sebagai berikut (dengan mengabaikan beberapa inkonsistensi yang sifatnya minor dalam berbagai tabulasi hasil yang ada).
Partai
Suara sah
% suara sah
Kursi parlemen
% kursi parlemen
Golkar
24.480.757
21,6
128
23,3
PDIP
21.026.629
18,5
110
20,0
PKB
11.989.564
10,6
53
9,6
PPP
9.248.764
8,2
57
10,4
Demokrat
8.455.225
7,5
58
10,5
PKS
8.325.020
7,3
45
8,2
PAN
7.303.324
6,4
54
9,8
Lain-lain
22.633.131
19,9
45
8,2
Total
113.462.414
100,0
550
100,0

Ada beberapa hasil yang layak diperhatikan. Dukungan untuk PDIP pimpinan Megawati menurun secara drastis dari 33,7 persen pada pemilu tahun 1999 menjadi 18,5 persen pada tahun 2004. Namun demikian, dukungan untuk Golkar tetap cukup stabil : 22,4 persen pada tahun 1999, 21,6 persen pada tahun 2004. PKB yang dipimpin oleh Abdurrahman Wahid menurun dari 12,6 persen (1999) menjadi 10,6 persen (2004), tetapi tetap menjadi sebuah parati politik yang signifikan. Beberapa partai baru muncul sebagai kekuatan yang berarti, khususnya Partai Demokrat yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono,  yang memperoleh 7,5 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang memenangkan 7,3 persen. PKS merupakan sebuah partai yang dilandaskan pada Islam fundamentalis, namun dalam kampanye pemilunya tidak mengusung isu-isu Islam tapi penentangan terhadap korupsi dan tuntutan akan keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata. Di dalam pemilihan anggota DPRD di Jakarta, PKS bahkan muncul sebagai partai terbesar karena mendulang hamper seperempat dari seluruh suara.
Masih terdapat tanda-tanda loyalitas politik yang berbeda antara luar Jawa dan Jawa, dimana Golkar lebih kuat di kawasan yang disebut pertama. Partai ini memperoleh 70 (55 persen) dari 128 kursi di DPR-nya dar luar Jawa, semetara PDIP mendapatkan 72 (66 persen) dari 110 kursinya dari konstituennya di Jawa. Kaum perempuan masih belum terwakili secara baik. Terlepas dari harapan bahwa 30 persen dari kandidat yang diajukan partai adalah kaum perempuan, pada akhirnya hanya 12 persen dari anggota dewan yang terpilih adalah dari kaum tersebut (1999: 9 persen). Persentasi anggota DPR perempuan di antara partai-partai besar adalah 14 persen untuk Golkar dan Partai Demokrat serta 13 persen untuk PAN dan PKB. Walaupun 40 persen dari kandidat yang diajukan PKS merupakan kaum perempuan, hanya tiga (7 persen) dari calonnya yang terpilih sebagai anggota DPR adalah perempuan. Di DPD, 21 persen anggotanya adalah kaum perempuan.
Untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia, Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Pemilihan ini dilaksanakan dalam dua putaran pada bulan Juli dan September 2004. Di putaran pertama, semua pasangan calon calon Presiden dan Wakil Presiden diisi oleh satu orang dengan latar belakang Islam yang Kuat. Wiranto menjadi calon Presiden dari Golkar, Megawati Sukarnoputri dari PDIP, Amien Rais dari PAN, Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat, dan Hamzah Haz dari PPP. Lebih dari 155 juta pemilih terdaftar untuk mencoblos dalam pemilihan yang sekali lagi berlansung jujur dan adil ini. Megawati memenangi 26,6 persen suara sementara Susilo Bambang Yudhoyono 33,6 persen. Maka, dalam pemilihan bulan September keduanya saling bersaing. Berikut Hasil Akhir Pemilihan Presiden RI Putaran 1 tgl. 5 Juli  2004. Sumber data : KPU.Ranking
Pasangan Capres
Suara
Persen
1.      Susilo B.Y. - J. Kalla
36.070.622
33.58 %
2.      Megawati - Hasyim M.
28.186.780
26.24 %
3.      Wiranto-Sallahudin W.
23.827.512
22.19 
4.      Amien Rais - Siswono Y.H.
16.042.105
14.94 %
5.      Hamzah H. - Agum G
3.276.001
3.05 %
Jumlah suara
107.403.020
100%

Dengan demikian pasangan Susilo B. Yudhoyono / Jusuf Kalla dan Megawati / Hasyim Muzadi berhak maju ke putaran ke 2 pemilihan Presiden tgl. 20 September 2004.

Rekapitulasi Surat Suara
Surat Suara                            Jumlah
Sah                                         107.403.020
Tidak sah                               2.746.937
Pendaftaran tambahan           470.337
Rusak                                     1.200.397
Tidak terpakai / Golput (?)    30.181.391
Hasil Final Pemilu Presiden Ke 2  Tgl. 20 September 2004
Presiden RI Terpilih Periode 2004 – 2009
      60,62 %                                  39,38 % 
     69.266.350                    44.990.704 
Susilo B.Y. - J. Kalla  Megawati - Hasyim M.

Rekapitulasi Suara :
Jumlah Suara Sah : 114.256.054
Jumlah Suara Tidak Sah : 2.405.651
Total Suara Nasional : 116.662.705  
Sumber data : Keputusan KPU, Senin 4 Okt. Jam 16.30 wib
Penting untuk dicatat bahwa dalam pemilihan Presiden bulan Juli, sangat banyak pemilih tidak mendukung calon yang diusung oleh partai yang mereka pilih pada bulan April, tetapi malah beralih ke kandidat lain. Hal ini menegaskan bahwa pemilih Indonesia sangat individualis dalam pengambilan keputusan mereka dan tidak mau tunduk pada seruan loyalitas yang didengung-dengungkan oleh para pemimpin partai dan kalangan yang disebut pemegang otoritas tradisional seperti tokoh agama. Demokrasi baru Indonesia, dengan kata lain, telah meresap dalam hingga ke tingkatan akar rumput. Banyak pemilih terdaftar juga tidak menggunakan haknya dalam pemilihan umum tahun 2004 ini : 16 persen pada bulan April, hamper 20 persen pada bulan Juli dan mendekati 24 persen pada bulan September, mungkin mencerminkan kelelahan mereka untuk mengikuti tahap pemilihan yang panjang tersebut.
Dalam putaran terakhir pemilihan Presiden pada bulan September 2004, 153,3 juta pemilih terdaftar dan 116,7 juta di antaranya mencoblos. Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presidennya, Jusuf Kalla (lahir tahun 1942), keluar sebagai pemenang dengan 60,6 persen suara. Mereka memenangi pemilihan di hampir setiap provinsi kecuali Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Peralihan politik tersebut sempat dibumbui oleh sikap kurang legawa dari pihak Megawati, seakan-akan dia tidak dapat membayangkan bahwa rakyat Indonesia akan memilih orang lain kecuali dirinya. Tetapi, transisi tersebut berjalan damai dan Susilo Bambang Yudhoyono—secara luas dikenal dengan panggilan akronimnya, SBY—mengambil alih pemerintahan sebagai Presiden Republik Indonesia yang keenem (2004-9). Dia memiliki mandat rakyat yang paling kuat dari semua Presiden dalam sejarah Indonesia. Baru beberapa minggu sesudah menjadi Presiden, SBY harus menghadapi salah satu bencana alam dan kemanusiaan yang paling dahsyat yang pernah melanda negerinya.
Sejak kenaikan SBY menjadi presiden, Indonesia mengalami musibah bencana alam yang hebat dan kecelakaan-kecelakaan transportasi yang datangnya bertubi-tubi. (gempa dan tsunami Aceh, bencana gunung merapi dan gempa Yogyakarta, lumpur lapindi brantas, jatunya pesawat Adam Air, bom di dekat kedutaan besar Australia, BOM diri meledak di Bali, kecelakaan karena terputusnya rangkaian kereta api bengawan jurusan solo-tanahabang 5 tewas ratusan luka-luka, banjir di Jakarta, angin lesus menerjang lempuyangan Yogyakarta, terbakarnya KM Levina I jurusan tanjung priok-pangkal baham, gempa bumi di padang sumbar, kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan 200, gempa bumi lepas pantai dekat Bengkulu, KM Asita III tenggelam, gempa bumi di Simeulue Aceh, tragedy pasuruan-pembagian zakat, dll.)
Pada tanggal 10 Desember 2004 - SBY resmi memerangi korupsi di Indonesia dengan mengeluarkan izin pemeriksaan 25 pejabat negara, diantaranya 2 gubernur KDH, 7 anggota DPR/ MPR, 4 bupati KDH dan 2 walikota. Mulai saat itu Kesangsian sebagian masyarakat, terhadap SBY untuk memberantas korupsi mulai memudar. Pernyataannya yang konsisiten diberbagai media cetak elektronik cukup menggembirakan. SBY juga tidak melakukan intervensi kekuasaan pada aparat penegak hokum perlu diapresiasi. Ketakutan bahkan gerah telah dirasakan oleh para pejabat Negara yang korup sejak program pemberantasan korupsi presiden SBY gencar dilakukan. Kejaksaan Agung RI dan peran KPK telah menjadi andalan perang kejahatan korupsi. Greget perang melawan korupsi semakin gencar terutama ketika jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap tangan KPK. Pada saat itu, Ayin (Arthalita) menyerahkan uang tunai sebesar US$ 6000 atau sekitar 5,8 miliar diduga sebagai uang jasa meloloskan kasus bank BLBI. Langkah KPK mencokot jajaran Kejaksaan Agung menimbulkan goncangan dahsyat psikologis cukup hebat. 22 Juni - Tiga mantan direktur Bank Indonesia, yaitu Heru Supraptomo, Hendro Budiyanto, dan Paul Sutopo, akhirnya dijebloskan ke penjara setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa mereka bersalah dalam kasus korupsi BLBI. Dalam kasus yang merugikan negara lebih dari 2 trilyun ini, mereka bertiga hanya dihukum 1,5 tahun penjara.
Pada tanggal 26 Desember 2004 terjadi gempa bumi dan Tsunami. Lebih dari 220ribu jiwa di ujung utara pulau Sumatra, Indonesia, dinyatakan hilang atau meninggal setelah provinsi Aceh disapu oleh badai tsunami raksasa pada malam Natal 2004.
Pada tanggal 1 maret 2005, meski ditolak DPR, harga BBM resmi naik rata-rata sebesar 29% kecuali untuk minyak tanah rumah tangga yang tetap Rp 700/liter. Tanggal 3 maret 2005, pengadilan Indonesia memutuskan Abu Bakar Baasyir bersalah dalam tuduhan konspirasi pengeboman Bali dan dihukum penjara dua setengah tahun. Ia kemudian dibebaskan Juni 2006, satu separempat tahun kemudian.
Pada tanggal 17 Juli 2005, Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan damai dengan kelompok separatis Aceh, Gerakan Aceh Merdeka. Tanggal 15 Agustus 2005 - Pemerintah Indonesia dan GAM kembali duduk di meja perundingan yang diketuai oleh Martti Ahtisaari. Setelah terjadinya Tsunami yang meluluh-lantakkan Aceh, GAM akhirnya setuju untuk menyerahkan seluruh senjatanya dan pemerintah Indonesia setuju untuk menarik seluruh tentara Indonesia, memberikan otonomi, dan pemilihan langsung boleh diselenggarakan. Perjanjian damai berhasil ditandatangani dan secara resmi mengakhiri gerakan separatis GAM di Helsinki, ini mengakhiri sebuah konflik yang telah memakan korban sekitar 15ribu jiwa. Disetujui sebuah gencatan senjata; GAM akan menyerahkan senjata-senjatanya dan menerima kedaulatan Indonesia; sebagai balasannya, orang Aceh dibolehkan mendirikan partai-partai politik local, satu-satunya daerah dimana partai local diperbolehkan di Indonesia. 31 Agustus 2005- Pemerintah Indonesia membebaskan 200 tahanan GAM, tindakan yang merupakan bagian dari ditandatanganinya persetujuan perdamaian. 15 September 2005- Aceh Monitoring Mission (AMM) memulai tugasnya memantau proses damai di Aceh. GAM memulai penyerahan senjata tahap pertama sebagai bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian di Banda Aceh kepada tim dari AMM. Badan ini nantinya dibubarkan Desember 2006.
Pada tanggal  akhir Mei 2006 – terjadi bencana gunung merapi dan Gempa bumi hebat berkekuatan 6,3 skala richter kembali terjadi di Indonesia, kali ini mengenai kawasan Yogyakarta dan sekitarnya di pulau Jawa dan mengakibatkan enam ribu orang lebih meninggal dunia. Tanggal 27 Mei 2006 – PT.Lapindo brantas yang dimiliki secara mayoritas oleh pengusaha pribumi Aburizal Bakrie, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, melakukan pengeboran di dekat kota Sidoarjo untuk mencari gas. Pada kedalaman sekitar 1800 meter, air, uap, dan gas meledak. Tak lama kemudian muncullah gunung api lumpur yang mengeluarkan aliran lumpur lebih darei 150.000 meter kubik setiap harinya. 27 Januari 2008- Mantan presiden Soeharto meninggal dunia karena komplikasi kesehatan.
Mulai tahun 2009, tanggal 9 April diselenggarakan Pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Partai Demokrat Golkar dan PDIP. Selanjutnya pada tanggal 8 Juli 2009, Pemilihan umum presiden dan wakil presiden dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam masa jabatan 2009-2014. Dan SBY menjadi Presiden kembali.
Sedangkan pada tahun 2009 sampai sekarang (2012) di Indonesia banyak terjadi bencana alam, kecelakaan, kerusuhan serta kasus korupsi di elemen-elemen pemerintahan ataupun kejaksaan yang seharusnya menegakkan hukum. Berikut peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia sejak 2010 sampai sekarang :
•         Terjadi bencana alam, seperti: 25 Oktober 2009 - Gempa berkekuatan 7.7 skala Richter disertai tsunami mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini mengakibatkan 286 orang tewas, 252 orang luka berat, 200 hilang.
•         Banyak terjadi kasus, seperti: 14 April 2010– Kerusuhan terjadi di Koja, tepatnya di areal makam Mbah Priok dan sekitarnya, melibatkan Satpol PP dan warga, mengakibatkan sedikitnya tiga orang tewas dan ratusan luka-luka.
•         1 Mei 2010 – Dimulainya Sensus Penduduk Indonesia 2010. Awalnya sensus ditargetkan selesai pada 31 Mei 2010. Namun pada tanggal 31 Mei 2010, BPS memperpanjang waktu sensus hingga tanggal 15 Juni 2010.
•         29 Juni 2010– Sebuah kecelakaan menimpa Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang terjadi di antara wilayah Saradan – Wilangan. Kecelakaan ini mengakibatkan 6 penumpang tewas dan 73 penumpang lainnya luka-luka.
•         18 Agustus 2010 – Sebuah perampokan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara yaitu di Bank CIMB Niaga cabang Medan Aksara Jl. AR Hakim, Medan. Bank ini disatroni kawanan perampok berjumlah kurang lebih 16 orang dan perampok sadis yang menewaskan seorang Brimob itu pun masih diburu.
•         29 Juni – Sebuah kecelakaan menimpa Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto-Jember yang terjadi di antara wilayah Saradan – Wilangan. Kecelakaan ini mengakibatkan 6 penumpang tewas dan 73 penumpang lainnya luka-luka.
•         18 Agustus – Sebuah perampokan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara yaitu di Bank CIMB Niaga cabang Medan Aksara Jl. AR Hakim, Medan. Bank ini disatroni kawanan perampok berjumlah kurang lebih 16 orang dan perampok sadis yang menewaskan seorang Brimob itu pun masih diburu.
Selain peristiwa-peristiwa tersebut, banyak juga terjadi konflik di Indonesia, seperti :
6 Februari – Terjadi penyerangan oleh warga Cikeusik terhadap jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten. Akibat penyerangan ini, diperkirakan antara tiga atau enam orang tewas, sementara dua mobil, satu motor, dan satu rumah, hancur diamuk massa.
8 Februari – Aksi anarkis terjadi kembali. Tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah dibakar massa.6 Februari – Terjadi penyerangan oleh warga Cikeusik terhadap jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten. Akibat penyerangan ini, diperkirakan antara tiga atau enam orang tewas, sementara dua mobil, satu motor, dan satu rumah, hancur diamuk massa.
8 Februari – Aksi anarkis terjadi kembali. Tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah dibakar massa.
Disamping kasus kerusuhan ataupun bencana alam yang terjadi tak lupa kasus korupsi pun makin menjadi-jadi. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan yang melibatkan beberapa anggota dari parati Demokrat seperti Nazarudin, Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, dll. Tidak hanya kalangan eksekutif dan legislatif, korupsi telah menjalar pula ke kalangan yudikatif. Selama tahun 2011 tercatat beberapa hakim dan jaksa yang ditangkap KPK. 
Tidak luput juga tentang kasus gejolak dan kekisruhan di Papua. Pertama, yang bisa dikatakan sebagai fenomena baru, yakni gejolak yang terkait dengan perebutan kekuasaan dalam Pilkada. Misalnya, pada 31 Juli lalu terjadi konflik antar warga terkait pilkada di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya. Akibatnya, 20 orang tewas. Kedua, konflik terkait PT Freeport Indonesia (PTFI).  Ketiga, terjadinya berbagai kasus penembakan yang menyasar karyawan PTFI, karyawan kontraktor PTFI, pendulang emas, masyarakat umum dan aparat baik kepolisian maupun TNI. Dan untuk peristiwa yang terakhir dan disebut-sebut akhir-akhir ini yaitu kecelakaan jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sejak Soeharto lengser dan digantikan oleh BJ Habibie pada tahun 1998-1999. Masa kepresidenan Habibie hanya berlangsung selama 1 tahun saja karena banyaknya konflik-konflik yang melada Indonesia saat itu. Kekacauan karena adanya konflik-konflik antar etnis maupun agama terjadi di banyak tempat di Indonesia yang mengakibatkan para korban mengungsi di negari sendiri. Adanya kasus pemisahan wilayah Timor Timur pada saat itu semakin membuat posisinya di kursi kepresidenan melemah. Kebijakan-kebijakan masa Habibie dianggap gagal dalam mempertahankan keutuhan NKRI.
Disaat bersamaan saat kondisi Indonesia kacau karena banyaknya kerusuhan, rakyat sedang mempersiapkan pemilu yang pertama. Pemilu dimenangkan Megawati Sukarnoputri tetapi Abdurrahman Wahidlah yang menjadi Presiden karena saat itu Presiden masih dipilih oleh MPR. Abdurrahman Wahid hanya bias bertahan selama 21 bulan karena banyaknya masalah sosial seperti kerusuhan Poso serta kasus lainnya yang mengakibatkan ia diberhentikan melalui siding MPR lalu digantikan oleh Megawati. Keadaan sosial dan ekonomi masa Megawati bertambah kacau pasalnya aksi terror bom yang menewaskan banyak orang banyak terjadi dimana-dimana serta pertumbuhan penduduk meningkat pesat. Dalam bidang ekonomi, rakyat banyak yang menganggur karena ketidak sediaan lapangan pekerjaan dan juga maraknya kasus korupsi bahkan melebihi pada masa Suharto dulu.
Pada tahun 2004 diselenggarakan pemilu Presiden untuk yang pertama kalinya di Indonesia oleh rakyat. SBY menjadi saingan terberat Megawati yang ingin maju lagi menjadi Presiden. Akan tetapi sepertinya rakyat tidak percaya lagi dengan Megawati, dan hasil pemilu dimenangkan oleh SBY dari Partai Demokrat. SBY menjadi Presiden selama 2 periode 2004-2008 dan 2009-2014 (saat ini). Selama pemerintahan SBY, banyak terjadi kasus dalam kehidupan sosial, ekonomi ataupun politik yang terjadi. Kebanyakan masalah sosial karena banyaknya bencana alam mulai dari tsunami di Aceh, dll juga di banyak daerah terjadi kerusuhan-kerusuhan. Kasus yang paling banyak disoroti yaitu kasus korupsi yang melibatkan banyak pihak dari kalangan politikus ternama dan dari elemen-elemen pemerintahan serta kejaksaan.
DAFTAR PUSTAKA
Thontowi, Jawahir. 2009.  Penegakkan Hukum & Diplomasi Pemerintahan SBY. Yogyakarta: Penerbit Leutika
Prasojo, Eko. 2009. Reformasi Kedua. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Lesmana M.A., Prof. Dr. Tjipta. 2009. Dari Soekarno sampai SBY : Intrik & lobi Politik Para Penguasa. Jakarta : Gramedia
Kencana Syafiie, Inu, Azhari. 2005. Sistem Politik Indonesia. Bandung : PT.Refika Aditama




Kamis, 21 Juni 2012


Fenomena Tawuran Pelajar sebagai Gejala Destruksi Sistem Sosial  Masyarakat Indonesia



Disusun oleh :
Oni Imas Anita 11417141024
Dyah Retnowati 11417141035

ILMU ADMINISTRASI NEGARA (A)
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kasus tawuran antar pelajar  merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai dimasyarakat. Seringkali para pelajar bertindak bodoh dengan melakukan tawuran oleh hal – hal sepele. Tawuran yang sering dilakukan pada sekelompok remaja terutama oleh para pelajar seolah sudah tidak lagi menjadi pemberitaan dan pembicaraan yang asing lagi ditelinga kita. Inilah beberapa contoh yang bisa saya kemukakan sebagai bukti terjadinya tawuran yang dilakukan oleh para remaja beberapa tahun lalu. Di Palembang pada tanggal 23 September 2006 terjadi tawuran antar pelajar yang melibatkan setidaknya lebih dari tiga sekolah, di antaranya adalah SMK PGRI 2, SMK GAJAH MADA KERTAPATI dan SMKN 4 (harian pagi Sumatra ekspres Palembang).
Di Subang pada tanggal 26 Januari 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMK YPK Purwakarta dan SMK Sukamandi (harian pikiran rakyat). Di Makasar pada tanggal 19 September 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMA 5 dan SMA 3 (karebosi.com).
Tidak hanya pelajar tingkat sekolah menengah saja yang terlibat tawuran, di Makasar pada tanggal 12 Juli 2006 mahasiswa Universitas Negeri Makasar terlibat tawuran dengan sesama rekannya disebabkan pro dan kontra atas kenaikan biaya kuliah (tempointeraktif.com). Sedangkan di Semarang sendiri pada tanggal 27 November 2005 terjadi tawuran antara pelajar SMK 5, SMK 4 dan SMK Cinde (liputan6.com).
 Fenomena ini merupakan masalah yang timbul akibat dari perubahan nilai yang dianut oleh segelintir pelajar. Hal ini disebabkan masuknya pengaruh dari luar yang memiliki  dampak negatif dan lunturnya nilai – nilai yang dianut sebagian pelajar yang melakukan aksi tawuran. Kasus ini merupakan perilaku sosial yang menyimpang yang mengacu pada gejala destruksi sistem sosial masyarakat Indonesia. Paper ini akan mencoba membahas implikasi sistem sosial yang telah terkontaminasi oleh efek negatif budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai – nilai yang dianut masyarakat Indonesia.
Rumusan Masalah
1.      Mengapa Destruksi Sistem Sosial bisa membuat perilaku sosial menyimpang khususnya tawuran pelajar?
2.      Bagaimana cara memperbaiki sistem sosial masyarakat agar tidak terjadi destruksi lebih jauh lagi?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasan Teori

Pengertian Sistem sosial
Sistem sosial adalah suatu sistem yang terdiri dari elemen-elemen sosial. Elemen tersebut terdiri atas tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu yang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dalam sistem sosial terdapat individu-individu yang berinteraksi dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial. Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut.
Sistem sosial mempengaruhi perilaku manusia, karena di dalam suatu sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap sistem sosial pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya (sistem sosial lainnya). Selain itu, di dalam sistem sosial
ditemukan juga mekanisme-mekanisme yang dipergunakan atau berfungsi mempertahankan sistem sosial tersebut
.
Menurut Charles P. Loomis, masyarakat sebagai suatu sistem sosial harus terdiri atas sembilan unsur berikut ini.
1) Kepercayaan dan Pengetahuan
Unsur ini merupakan unsur yang paling penting dalam sistem sosial, karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenaran, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta.
2) Perasaan
Unsur ini merupakan keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya, termasuk di dalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang sampai pada tingkat tertentu harus dikuasai agar tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan.
3) Tujuan
Manusia sebagai makhluk sosial dalam setiap tindakannya mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan adalah hasil akhir atas suatu tindakan dan perilaku seseorang yang harus dicapai, baik melalui perubahan maupun dengan cara mempertahankan keadaan yang sudah ada.
4) Kedudukan (Status) dan Peran ( Role )
Kedudukan (status) adalah posisi seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak, serta kewajibannya. Kedudukan menentukan peran atau apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya. Jadi peran ( role ) merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sehubungan dengan status yang melekat padanya. Contohnya seorang guru (status) mempunyai peranan untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswanya.
5) Kaidah atau Norma
Norma adalah pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat atau biasa disebut dengan peraturan sosial. Norma sosial merupakan patokan-patokan tingkah laku yang diwajibkan atau dibenarkan dalam situasi-situasi tertentu dan merupakan unsur paling penting untuk meramalkan tindakan manusia dalam sistem sosial. Norma sosial dipelajari dan dikembangkan melalui sosialisasi, sehingga menjadi pranata-pranata sosial yang menyusun sistem itu sendiri.
6) Tingkat atau Pangkat
Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Seseorang dengan pangkat tertentu berarti mempunyai proporsi hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu pula. Pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang yang menyangkut pendidikan, pengalaman, keahlian, pengabdian, kesungguhan, dan ketulusan perbuatan yang dilakukannya.
7) Kekuasaan
Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak-pihak lain. Apabila seseorang diakui oleh masyarakat sekitarnya, maka itulah yang disebut dengan kekuasaan.
Sanksi
Sanksi adalah suatu bentuk imbalan atau balasan yang diberikan kepada seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berupa hadiah ( reward ) dan dapat pula berupa hukuman ( punishment ). Sanksi diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku anggotanya agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
9) Fasilitas (Sarana)
Fasilitas adalah semua bentuk cara, jalan, metode, dan benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri. Dengan demikian fasilitas di sini sama dengan sumber daya material atau kebendaan maupun sumber daya imaterial yang berupa ide atau gagasan.
Destruksi Sistem Sosial adalah perusakan sistem sosial. Berarti destruksi sisitem sosial adalah perusakan suatu sistem yang terdiri dari elemen-elemen sosial atau rusaknya salah satu atau beberapa elemen atau unsur sistem sosial sehingga terjadi perubahan dalam sistem sosial.



B.     PEMBAHASAN
Destruksi sistem sosial bisa menyebabkan munculnya perilaku menyimpang masyarakat khususnya bagi pelajar yang melakukan aksi tawuran karena didalam sebuah sistem sosial terdapat berbagai unsur yang mempengaruhi bagaimana masyarakat bertindak dan berprilaku. Didalam sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam setiap sistem sosial pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batas-batas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya (sistem sosial lainnya). Selain itu, di dalam sistem sosial
ditemukan juga mekanisme-mekanisme yang dipergunakan atau berfungsi mempertahankan sistem sosial tersebut. Jika unsur – unsur tersebut sudah terdestruksi atau terjadi kerusakan maka tidak bisa dijadikan acuan untuk bertindak dan berprilaku. Destruksi ini terjadi karena masuknya budaya, nilai – nilai, norma –norma, pandangan dan kebiasaan dari bangsa lain yang kebanyakan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Dalam kasus tawuran antar pelajar, pelajar yang melakukan aksi tawuran menganggap bahwa dengan kekerasan dapat menyelesaikan masalah. Kekerasan sudah dianggap sebagai pemecah masalah yang sangat efektif yang dilakukan oleh para remaja. Hal ini seolah menjadi bukti nyata bahwa seorang yang terpelajar pun leluasa melakukan hal-hal yang bersifat anarkis, premanis, dan rimbanis. Tentu saja perilaku buruk ini tidak hanya merugikan orang yang terlibat dalam perkelahian atau tawuran itu sendiri tetapi juga merugikan orang lain yang tidak terlibat secara langsung. Hal ini menunjukan bahwa adanya elemen atau unsur sistem sosial yang bermasalah yaitu adanya pengaruh negatif dari masuknya budaya, nilai – nilai, norma –norma, pandangan dan kebiasaan dari bangsa lain yang kebanyakan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang merusak sistem sosial dimasyarakat Indonesia. Pengaruh itu banyak berasal dari barat seperti budaya seks bebas, individualis, dll. Sehingga secara tidak langsung Sistem sosial Indonesia telah terkontaminasi oleh liberalisme barat sudah seharusnya diperbaiki. Namun, untuk memulainya bukan hal yang mudah, karena hal ini menyangkut mengubah pandangan masyarakat Indonesia yang terlanjur “tercemari” nilai-nilai budaya yang salah. Proses transformasi budaya liberalisme menuju pada budaya dasar Indonesia harus dibarengi dengan political will rezim berkuasa. Hal ini dikarenakan pemimpin bangsa mempunyai akses politik yang paling besar dalam perbaikan sistem sosial di Indonesia.
Perbaikan pertama yang harus dilakukan adalah perbaikan sistem politik. Demokrasi Indonesia haruslah demokrasi yang mengutamakan nilai-nilai kebenaran, daripada acuan kepada suara mayoritas. Seperti sistem demokrasi di negara-negara demokratis lainnya, sistem demokrasi di Indonesia adalah demokrasi perwakilan Asumsi dasar dari sistem demokrasi perwakilan menurut Schumpeter dan Downs adalah bahwa rakyat dan wakil-wakilnya bertindak secara rasional yang didasarkan pada kepentingan pribadi mereka (Guritno, 1999). Padahal belum tentu kepentingan-kepentingan pribadi tersebut (yang sering merupakan suara mayoritas) adalah suara kebenaran.
Kedua, melakukan reformasi di dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia mulai bergeser orientasinya, dari transfer ilmu dan moralitas agama menjadi pemenuhan terhadap permintaan pasar (Kuntowidjojo, 1991). Apabila wacana pendidikan yang seharusnya idealisme berubah menjadi pragmatisme, maka kita akan membentuk intelektual-intelektual yang “kering” hatinya dan berpotensi melakukan penyimpangan.
Ketiga, re-orientasi kebijakan pembangunan. Strategi pembangunan yang harus dipilih oleh pemerintah adalah strategi pembangunan yang people oriented dan menjamin kebebasan akses ekonomi oleh siapapun selama berada di dalam koridor hukum dan peraturan.
Keempat, menanamkan nilai yang luhur sebagai ciri khas bangsa Indonesia, dan lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah turut ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan nilai dan norma yang sesuai.



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Perbaikan sistem sosial jelas bukan pekerjaan mudah. Indonesia mengalami destruksi sistem sosial yang parah. Hal ini ditandai dengan makin melunturnya nilai-nilai moral di dalam masyarakat yang direpresentasikan dengan perilaku menyimpang seperti tawuran antar pelajar, seks bebas, konsumsi obat terlarang, pelecehan hukum dan berbagai tindakan destruktif lainnya. Untuk memperbaiki sistem sosial dibutuhkan perbaikan komprehensif dan memakan waktu lama.
Optimisme yang harus dikembangkan adalah bahwa bangsa Indonesia sebenarnya telah mempunyai sistem sosial-nya sendiri. Sebuah sistem sosial yang berlandaskan kebudayaan asli Indonesia yang luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Jadi, pada dasarnya kita sudah mempunyai modal dasar, yaitu sistem sosial yang baik itu sendiri. Pada akhirnya, semua kembali pada nurani kita, supaya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk pribadi sendiri.



DAFTAR PUSTAKA

sosbudkompasiana.com


Jumat, 04 Mei 2012

LIRIK LAGU-LAGU GALAU

1. 
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
Menepi menepilah menjauh
Semua yang terjadi di antara kita ooh
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu
(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

2. Aku Hanya Ingin Setia

Aku tak mampu menyakitimu
Aku tak sanggup untuk menduakanmu
Ooo ooo
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Aku tak mampu menyakitimu
Aku tak sanggup untuk menduakanmu
Reff:
Ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku tlah dimiliki dia
Kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
Aku hanya ingin setia
Aku hargai ketulusanmu
Untuk cintamu tapi ku milik dia
Repeat reff [2x]
(ku tak mungkin mencintaimu
Karena hatiku tlah dimiliki dia)
Kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
Aku hanya ingin setia
Aku hanya ingin setia

3. 
Betapa ku mengerti sebagai selingkuhanmu
Ku harus jalani ikatan yang tersembunyi
Ku mencoba bertahan meskipun menyakitkan
Tak menyisakan sebuah sesal di hatiku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Selama aku bisa membuatmu bahagia
Berpaling ku tak mungkin singgahi hati yang lain
Sebatas harapanku mohon pengertianmu
Bahwa ku ingin memilikimu seutuhnya
Reff:
Seiring berlalu bergulirnya waktu
Membuka rahasia di antara kita
Pastinya kan ada hati yang terluka
Tak menerima semua kenyataan yang ada
Namun tak selayaknya perselingkuhan ini
Yang lama ku lalui menjadi tiada berarti
Semenjak ku merasa harapmu sia-sia
Hingga terluka hati kan membuatmu tak berdaya
Reff2:
Mungkin ku relakan untuk kau tinggalkan
Diriku di sini harus mengakhiri
Aku yang merasa lelah dan menyerah
Kenapa tak selamanya selingkuh itu indah
Biarkan cerita kita berpisah adanya
Bila memang kita tak mungkin bersama selamanya
Repeat reff, reff2
Betapa ku mengerti sebagai selingkuhanmu
Ku harus menjalani ikatan yang tersembunyi

4. 
Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang rumit
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan
Reff:
Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus ku tinggalkan cinta
Ketika ku bersujud
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan
Repeat reff
Ketika ku bersujud

5. Mengenangmu 
Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu �
Reff:
Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi �

6. Kau yang Memilih Aku

Cinta tak pernah sesakit ini
Cinta tak pernah seperih ini
Yang aku minta tulus hatimu
Bukan kau curangi aku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Rasa yang ada di dalam hati
Tangis yang ada saat ku sendiri
Inilah akhir kisah cintaku
Kisah bersamamu
Reff:
Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita sehingga aku yang salah
Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu kau makhluk sempurna
Mungkinkah semua mereka tahu
Saat hatiku luluh kepadamu
Kau pergi dengan kisah yang baru
Dan ku simpan di ketulusan hati
Repeat reff
(kau yang memilih aku) kau yang memilih aku
(kau yang memilih aku)
Repeat reff

7.  Aku Yang Tersakiti

Pernahkah kau merasa jarak antara kita
Kini semakin terasa setelah kau kenal dia
Aku tiada percaya teganya kau putuskan
Indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
Kau pergi tinggalkanku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
Aku pergi untuk dia

Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)

Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

8. Bila Rasaku Ini Rasamu Lyrics

Aku memang terlanjur mencintaimu
Dan tak pernah ku sesali itu
Seluruh jiwa telah kuserahkan
Menggenggam janji setiaku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Ku mohon jangan jadikan semua ini
Alasan kau menyakitiku
Meski pun cintamu tak hanya untukku
Tapi cobalah sejenak mengerti

Reff:
Bila rasaku ini rasamu
Sanggupkah engkau menahan sakitnya
Terkhianati cinta yang kau jaga
Coba bayangkan kembali
Betapa hancurnya hati ini kasih
Semua telah terjadi

Aku memang terlanjur mencintaimu

9. Berhenti Berharap (OST 30 Hari Mencari Cinta) 
Aku tak percaya lagi
Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini
Tersudut menunggu mati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Aku tak percaya lagi
Akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi
Sudut gelap hati ini

Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampe nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat

Kenapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
Ha… ha…

Reff :

Aku pulang….
Tanpa dendam….
Ku terima… kekalahanku…

Aku pulang…
Tanpa dendam…
Kusalut kan .. kemenanganmu…
Wow..

Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita..

[female vocal]
Ha.. ha.. ha…

[duta]
Aku pulang….
Tanpa dendam….
Ku terima… kekalahanku…

[female vocal]
Rebahkan kalbumu
Lepaskan perlahan
Kau akan mengerti
Semua..

[duta]
Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat..






SMS Gratis Via Internet ke Semua Operator

Barang kali saat anda sedang tidak punya pulsa untuk sms ke teman, saudara, dll..
Kalau anda sedang browsing anda bisa mencoba alternatif untuk sms gratis ke nomor teman atau saudara anda melalui internet..
berikut situs yang menyediakan aplikasi sms gratis ke semua operator   :
www.sms-online.web.id/
http://freesms4us.com/
smsgratis.web.id/
www.freesmsvoip.com/
www.ingateros.com/2010/11/sms-gratis.html
sms.balicode.com/




SEMOGA BERMANFAAT... 

Kamis, 03 Mei 2012

Bahaya Softlens Atau Lensa Kontak Bagi Kesehatan Mata



Softlens atau lensa kontak adalah salah satu alat kedokteran yang bertujuan sebagai pengganti kacamata bagi penderita yang memiliki penglihatan kurang. Softlens terbuat dari plastik yang mengandung air.

Dari sebuah penelitian, telah terjadi peningkatan infeksi mata yang disebabkan oleh Acanthamoeba Castellani. Penyakit infeksi ini dinamakan Acanthamoeba Keratitis. Acanthamoeba Catellani ini merupakan bakteri yang bisa berkembang di air yang terkontaminasi.Nah, kontaminasi ini biasa terjadi pada tempat penyimpanan softlens Anda.  Maka dari itu diwajibkan untuk selalu menjaga kehigienisan softlens dan tempat penyimpanan softlens Anda.

Selain penyakit yang ditimbukan oleh bakteri tadi, masih banyak lagi bahaya yang disebabkan oleh softlens. Salah satu contoh adalah banyak terjadi kebutaan permanen yang disebabkan oleh pemakaian softlen di hawa panas. Hawa panas sangat mudah untuk membuat softlens yang terbat dari plastik tipis ini mencair.
Saat mencari, secara otomatis cairan plastik softlens yang panas tersebut masuk kemata dan merusak jaringan mata. Softlens yang mencair tersebut pun dalam merekat kencang pada mata dan sangat suli untuk dilepaskan. Sehingga orang yang mengalami kejadian mengerikan seperti ini sudah dapat dipastikan buta permanen.
Saat menggunakan softlens di depan komputer dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan timbulnya belekan pada mata dan lama kelamaan pandangan mata menjadi kabur. Selain itu softlens yang mengandung air ini dapat menjadi kering lalu mengambil air di permukaan mata sehingga mata kita menjadi perih dan terasa kering.

Hal ini biasa terjadi di ruangan ber-AC, ruangan berhawa panas, terkena debu, dan terkena asap rokok. Hal ini memang bisa diatasi dengan meneteskan cairan softlens dan membersihkan softlens dari debu. Bagi mata yang mudah terkena iritasi disarankan untuk jangan terlalu lama menggunakan softlens.
Sekian info ini sederhana yang dapat saya berikan.Semoga informasi sederhana saya dapat menambah pengetahuan mengenai Bahaya Softlens Atau Lensa Kontak Bagi Kesehatan Mata.


Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna lensa kontak mengalami “corneal ulcers”. Hal itu terjadi pada pengguna yang menggunakan lensa kontak setiap hari.

Corneal ulcer yaitu kondisi dimana terdapat luka terbuka pada kornea. Hal ini sering disebabkan oleh infeksi dan luka kecil atau goresan yang bisa terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang kurang hati-hati.

Gejala yang timbul biasanya produksi air mata yang meningkat, sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur, gatal dan nyeri. Jika gejala tersebut dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan intensif bisa memicu terjadinya kebutaan.

artikel ini dibuat bukan untuk membuat anda takut menggunakan lensa kontak, tapi bertujuan agar anda para pengguna lensa kontak agar lebih berhati hati dan lebih menjaga kebersihan